Marahalim Siagian
(Mahasiswa Pascasarjana UGM)
Penelitian ini disponsori oleh Cipta Lestari Indonesia
Mufut adalah satu kebiasaan tahunan yang khas dari Sukubangsa Dayak Punan di Kalimantan Timur, ditandai dengan perginya seluruh anggota keluarga meninggalkan kampung untuk masuk ke hutan mencari buah-buahan. Lamanya bisa 2-3 minggu. Para informan mengemukakan tradisi ini berhubungan dengan rekreasi dan juga berfunsi ganda yakni menghindari kelaparan dan menjaga keseimbangan hubungan sosial diantara kerabat-kerabat terdekat. Kesan saya, tradisi ini telah berubah makna sedemikian rupa sehingga menceritakan tradisi ini mengandung makna kekolotan. Orang Dayak Punan yang masih melakukan mufut dianggap masih tertinggal.
Pada beberapa grup pemukiman yang saya kunjugi, yang letaknya lebih terisolir, kebiasaan ini masih terus dilakukan dengan beberapa modifikasi. Dengan alasan keamanan kampung, maka hanya beberapa orangtua, khususnya laki-laki yang turut serta ke hutan, pada beberapa kasus ada juga beberapa pasang keluarga bersama kelompok mufut. Di Ranau, penduduk mengemukakan bahwa mereka sudah menanam buah-buahan, oleh sebab itu mereka tidak lagi melakukan mufut. Tetapi pemukiman tetangga mereka Long Tami dan sebagian Long Titi masih melakukan mufut.
Kebiasaan ini sering dikombinasikan juga dengan aktivitas berburu, namun tidak semua peserta mufut menggambil bagian didalamnnya. Para perempuan dengan beberapa laki-laki pergi mendahului mereka dengan janji bertemu di tempat tertentu, dimana hasil buruan kelak didistribusikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar