Marahalim Siagian
Selasa, 15 Februari 2011
Borneo Field Notes: Bavui Nyatung
Marahalim Siagian
(Mahasiswa Pascasarjana UGM)
Penelitian ini disponsori Cipta Lestari Indonesia
Di Kecamatan Malinau Selatan, Ibukotannya Loreh, ada dua desa yang di huni Dayak Punan: Desa Plancau dan Desa Bila Bekayuk. Saya menginap di Desa Plancau, rumah seorang ketua suku besar bernama Ipu Kre. Setelah memperkenalkan diri dan menjelaskan maksud ke datangan saya, saya diterima dengan hangat. Surat pengantar dari Lembaga Adat sepertinya dapat menjadi jimat dalam perjalanan saya menyusuri pemukiman-pemukiman Dayak Punan di interior Kalimantan Timur (Das Tubu dan Das Malinau).
Makan malam saya disuguhi daging bavui (babi), daginnya sangat banyak dan tak mungkin bisa dihabiskan oleh keluarga itu. Pak Ipu Kre bercerita, bahwa bulan ini ada migrasi babi dari barat ke timur melintasi Sungai Malinau. Migrasi babi ini biasanya terjadi bila musim buah-buahan hutan. Kelompok babi itu biasanya menyeberang dengan cara berenang (saya baru tahu bahwa babi adalah perenang yang hebat) dalam bahasa mereka disebut Bavui Nyatung. Sungai Malinau lebarnya kira-kira ratusan meter namun kawanan babi yang jumlahnya mencapai 50 ekor bisa sampai di tebing seberang sungai. Pada saat melintas atau pada saat di tebing sungai itulah biasanya kawanan babi itu dibantai menggunakan bujak (kujur atau tombak).
Kalau daging babi surplus, lemaknya dimasak untuk dijadikan minyak makan (minyak sayur), minyak babi itu mereka sebut lanyih. Kalau lanyih banyak tidak perlu membeli minyak makan. Pak Ipu Kre sendiri masih memiliki saving minyak babi 20 kg yang disimpan dalam galon-galon air. Dengan saving sebanyak itu, kebutuhan rumah tangga ini dapat terpenuhi untum masa 2-3 bulan.
Selain bavui nyatung pada musim buah ada juga migrasi kelelawar besar (mowak) yang juga mengincar buah-buahan hutan. Mowak juga bermigrasi dalam jumlah yang banyak dan dagingnya di sukai oleh orang Dayak Punan. Cara mereka membunuh mowak menggunakan sumpit atau senapan angin pada malam hari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar