Adalah proyek Pakava yang membuka jalan bagi berdirinya SMP PT Pasangkayu, sekolah yang dibutuhkan anak-anak karyawan dan masyarakat sekitar saat itu agar anak-anak karyawan yang bekerja di kebun dapat mengakses pendidikan sampai tingkat pertama di kebun. Kehadiran SMP PT Pasangkayu ini melengkapi sekolah setingkat TK dan SD sehingga jadilah sebuah kompleks pendidikan yang kompak atau terintergrasi. Pendidirian sekolah di lingkungan PT Pasangkayu tersebut bukan asal ada, namun direncanakan sebagai sekolah yang mumpuni di Mamuju Utara. Hal itu tidak saja terlihat para tenaga pengajarnya yang qualifield, juga terlihat dari anggara pendidikan, fasilitas, kurikulum, dan sarana pendukung belajar lainnya seperti laboratoium bahasa, laboratorium kimia, laboratorium komputer, bimbingan konseling, dan ribuan koleksi buku-buku bermutu.
Tiga tahun setelah menerima murid pertama, sekolalah ini dipercaya menyelenggarakan ujian nasional dan hasilnya exelelence lulus 100%. Anak didiknya pun mulai tampil dipentas kabupaten dan provinsi untuk mengikuti olimpiade fisika, matematika, sastra sampai kegiatan pramuka. Mereka membotong piala-piala dan menjadi semakin percaya diri ketika mereka menoleh lemari piala yang kian banyak.
Saat ini SMP PT Pasangkayu tidak saja milik anak-anak karyawan namun juga kebanggaan anak-anak di Desa Gunung Sari, Martajaya, Ako, Pakava, sampai Desa Ngovi. Membludaknya peminat membuat kapasitas sekolah cepat penuh, tahun 2010, managemen menambah 6 ruangan lagi dan menambah fasilitas internet. Luar biasa, internet membuat anak-anak dari pedalaman Mamuju Utara connect ke jagad maya. Para guru membeli laptop sehingga dapat menggunakannya untuk mengunduh artikel-artikel bermanfaat membantu mereka meningkatkan mutu bahan ajar.
Pertengahan 2010, Bapak Joko Subagio melakukan sejumlah improvement, ia merubah banyak hal yang sebelumnya tanpak konvensional mulai dari desain bangku belajar, cara mengajar yang lebih efektif, bahkan sampai tips-tips “menghukum” anak didik yang bandel. Tujuannya agar mereka bertanggungjawab dan berkomitmen dengan apa yang mereka lakukan. Improvement ini tidak hanya menyentuh aspek belajar namun juga pada akreditasi para guru dengan cara leveling guru-guru. Beliau juga men up-grade bila masih ada guru yang memenuhi tingkat leveling yang ditentukan. Goal nya untuk mencapai standart sekolah bertaraf nasional.
Kabar baik yang membanggakan pada kami pada tahun ini bahwa penilaian yang dilakukan badan akreditasi nasional menetapkan SMP Pasangkayu masuk akreditasi “A”, konon satu-satunya SMP yang menyandang akreditasi “A” di Mamuju Utara. Bila hari ini anak-anak pedalaman bermimpi melanjutkan sekolah se Sorbone saya kira itu sangat mungkin, karena seorang Andrea Hirata yang sekolah di kandang ternak bisa sampai ke Prancis untuk meraih mimpi-mimpinya. Ayo bermimpilah kawan-kawan!.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar