Marahalim Siagian

Selasa, 15 Februari 2011

Malaka Strait Expedition: Field Notes

Marahalim Siagian
(Penelitian ini disponsori Cipta Lestari Indonesia)

20 Juni 2007
Berangkat dari Daik ke Pancur dan lanjutkan ke Pulau Senayang, dalam perjalanan bertemu dengan orang-orang cina yang menggunakan bahasa Melayu dengan fasih, hutan mangrove di kiri kanan jalan kondisinya masih bagus. Lama perjalanan 30 menit. Ongkos Rp. 20 ribu rupiah, tetapi ada juga yang membayar Rp. 10 ribu mungkin orang tersebut sudah dikenal. Di Pancur, sekelompok orang-orang Cina naik kapal tujuan Pangkal Pinang, tidak banyak yang saya ketahui tentang bisnis atau usaha mereka kecuali dugaan saja bahwa mereka membuka usaha kelontong dan usaha penjualan sembako di pulau-pulau kecil ini (Selat Malaka).

Pagi tiba di Senayang di Bandar/pelabuhan bertemu dengan camat yang hendak pergi ke Tanjung Pinang utuk rapat. Saya memperkenlkan diri kepada camat dan menelopon ajudannya untuk mengurus keperluan penelitian.

Di kecamatan bertemu dengan beberapa staf kecamatan. Pak Dodi, dan beberapa yang tidak sempat saya catatat namanya, juga berkenalan dengan beberapa orang yang berasal dari Jambi (Broni). Mereka adalah petugas kesehatan di Senayang dan telah beristri berdomisili disana. Mereka mengaku hanya satu kali dalam setahun pulang ke Jambi. Di kecamatan saya juga mendapat segelas air dan berkomunikasi dengan mereka secara formal. Diskusi beberapa waktu dan diberi peta kerja dimana dibuat suatu pembagian pulau-pulau berdasarkan desa dan atau bagian dari desa.

Peta tersebut membantu untuk memahami situasi keruangan desa-desa di Kecamatan Senayang. Ada lima desa yang termasuk Kecamatan Senayang dan satu kelurahan: Desa Tamiang terdiri dari Pulau Gabah, Tekoli, Tajur Biru, Limas, Pulau Medang, Teban dan Senang. Informasi dari pak Mun, Tajur Biru adalah Ibukota Desa Tamiang. Desa Pulau Medang meliputi pulau: Benan, Nopong, Baru, Bukit, Merondong, Mesanah, dan Duyung. Desa Pasir Panjang terdiri dari pulau: Berjong, Mabong, Belubang, Cempa, Cumpa, Pasir Panjang, dan Tukul. Sebagian dari Pulau Tukul (utara dan barat) adalah wilayah administrated Desa Mamut. Desa Mamut meliputi pulau: Tanjung Kelit, Lipan, Mamut, Ujung Kayu, dan Manik. Desa Rejai terdiri dari pulau: Baran dan Rejai. Kelurahan Senayang terdiri dari pulau: Baning, Senayang, Anak Hile, Laut, Lutung, Ujung Beting, Labah, Belakang Hutan, Cando, Kentar, Buluh, Pungguk, Kongki, Renaan, Mensuma, dan Kojang.

Pulau Kentar, 20 Juni 2007
Bermalam di Pulau Kentar bersama Orang Laut, makan malam dengan sotong/cumi-cumi. Pak Mun (informan kunci dan kunci keberhasilan riset) pergi ‘berkelong’ (menangkap ikan dengan menggunakan petromaks), saya tidak diijinkan ikut karena khawatir tidak cukup kuat berenang di lautan, terpaksa tinggal di rumah menjaga keluarga mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar